Pezeshkian Tolak Bertemu Trump Sebelum Kepercayaan Pulih
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak kemungkinan bertemu Donald Trump sebelum kepercayaan antara Iran dan Amerika Serikat kembali terbangun.
Lensakabar.com, Jakarta - Presiden Iran Masoud Pezeshkian belum membuka kemungkinan untuk pertemuan langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum kepercayaan antara kedua negara kembali terbangun. Sikap tersebut disampaikan Pezeshkian dalam wawancara dengan CBS pada Jumat (25/9).
Ketika ditanya mengenai kesiapannya untuk bertemu dengan Trump atau kemungkinan mengundang presiden AS itu ke Iran, Pezeshkian mengatakan hubungan kedua negara masih dibayangi persoalan kepercayaan.
"Selama mereka tidak menghentikan tindakan yang mereka paksakan kepada kami setiap hari, sulit bagi kami untuk mempercayai mereka," jawab Pezeshkian.
Ia juga mengakui bahwa penyelenggaraan pertemuan langsung dengan Trump akan menjadi hal yang sulit dilakukan.
Kepercayaan Jadi Syarat Pezeshkian Bertemu Trump
Pernyataan Pezeshkian ini disampaikan ketika kontak antara Iran dan Amerika Serikat kembali berlangsung melalui jalur yang tidak langsung. Pada Hari Selasa (22/9), Trump mengatakan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner bertemu langsung dengan para mediator di sela-sela agenda Sidang ke-81 Majelis Umum PBB untuk membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran.
CBS juga melaporkan bahwa para pejabat AS dan pihak Iran melakukan kontak melalui mediator dalam agenda di New York. Pertemuan tersebut berlangsung ketika kedua negara masih menghadapi persoalan yang belum terselesaikan.
Perkembangan itu menunjukkan bahwa komunikasi antarpihak tetap berlangsung meski pertemuan langsung antara Pezeshkian dan Trump belum terjadi. Dalam sumber yang disampaikan, persoalan kepercayaan menjadi salah satu alasan yang ditekankan Pezeshkian ketika membahas kemungkinan pertemuan dengan Presiden AS tersebut.
Pada Kamis (24/9), Amerika Serikat dan Iran juga dilaporkan tengah membahas penghentian perang secara bertahap. Pembahasan tersebut mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade ekonomi terhadap Iran.
Isu Selat Hormuz menjadi bagian dari pembicaraan yang berlangsung melalui jalur diplomasi tersebut. CBS sebelumnya melaporkan adanya proposal Iran untuk membuka kembali selat itu setelah tujuh hari apabila persyaratan yang diajukan Tehran dipenuhi.
Konflik Antara AS-Iran Belum Terselesaikan
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam sumber ini disebut bermula pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Serangan tersebut kemudian memicu serangan balasan.
Pada pertengahan Juni, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, penghentian tersebut tidak berlangsung lama karena permusuhan kembali berkobar.
Hingga kini, konflik antara kedua negara masih belum terselesaikan. Di tengah kondisi tersebut, komunikasi melalui mediator tetap berlangsung dan pembahasan mengenai penghentian perang serta sejumlah persoalan terkait terus dilakukan.
Pezeshkian dalam wawancaranya menempatkan persoalan kepercayaan sebagai faktor penting sebelum pertemuan langsung dengan Trump dapat dilakukan. Sementara itu, jalur komunikasi tidak langsung antara kedua pihak tetap berjalan melalui mediator dalam rangka membahas kemungkinan kesepakatan.
0 Komentar