Lensakabar.com, Bone - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta seluruh pihak terkait mempercepat pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Proyek yang dirancang untuk menghubungkan industri perunggasan dengan peternak rakyat tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Juli 2027.

Percepatan pembangunan menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan Amran saat melakukan kunjungan kerja di Bone. Ia menegaskan bahwa persoalan birokrasi maupun kendala teknis tidak boleh lagi menghambat penyelesaian proyek.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, HAT 1 Juli tahun depan sudah beroperasi. Ini salah satu penekanan Presiden kepada kami. Olehnya, tidak ada lagi hambatan, baik dari segi birokrasi maupun teknis,” ujar Amran, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Pembangunan HAT tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas produksi ayam. Proyek ini juga diarahkan untuk membentuk ekosistem perunggasan yang menghubungkan penyediaan bibit, pakan, teknologi, rantai pasok, hingga pemasaran hasil produksi.

Hilirisasi Ayam Bone Dipercepat, Infrastruktur Mulai Dibangun

Sejumlah pekerjaan awal di kawasan HAT telah berjalan. Infrastruktur dasar yang mulai dibangun meliputi pagar kawasan, akses menuju lokasi, fasilitas pendukung, serta pengeboran sumber air.

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum pembangunan dan pengoperasian fasilitas utama. Dengan target operasional pada Juli 2027, percepatan seluruh tahapan pembangunan menjadi perhatian pemerintah dan PT Berdikari (Persero) sebagai perusahaan yang menjalankan proyek tersebut.

Dalam kunjungan kerjanya, Amran didampingi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda, serta Direktur Utama PT Berdikari Maryadi beserta jajarannya.

Turut hadir jajaran direksi ID FOOD dan PTPN I, perwakilan pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya.

General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari, Hasbi, menyatakan perusahaan berkomitmen mengawal pelaksanaan proyek agar selesai sesuai jadwal.

“Tentu kami dari PT Berdikari akan memastikan program ini tuntas dan Insya Allah gunting pita 1 Juli 2027. Apalagi kunjungan Pak Mentan Amran tadi menegaskan jangan lagi ada keterlambatan gara-gara hambatan birokrasi,” ujar Hasbi.

Pernyataan tersebut menegaskan target perusahaan untuk menyelesaikan pembangunan sesuai arahan pemerintah. Tahapan infrastruktur dasar yang telah dimulai menjadi bagian dari persiapan menuju pengoperasian kawasan.

Baca Juga: Haji Isam Akuisisi BCA? Jhonlin Group Tegaskan Hoaks

Peternak Rakyat Dilibatkan dalam Ekosistem Perunggasan

Salah satu tujuan pembangunan HAT adalah memperluas keterlibatan peternak rakyat dalam industri perunggasan. Melalui sistem yang terintegrasi, peternak diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan produksi, tetapi juga memperoleh akses terhadap berbagai bagian dalam rantai pasok.

PT Berdikari menargetkan pengembangan ekosistem yang mencakup penyediaan bibit, pakan, pemanfaatan teknologi, distribusi, hingga akses pasar. Keterhubungan antartahapan tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok sekaligus membuka kesempatan pengembangan usaha bagi peternak.

Konsep ini juga menempatkan industri dan peternak rakyat dalam satu ekosistem agar keduanya dapat berkembang secara beriringan.

Selain peternak, petani di sekitar kawasan diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas. Nilai tambah dari kegiatan pengolahan dan pengembangan industri pangan juga diarahkan agar dapat tumbuh lebih dekat dengan sumber produksi.

Melalui pengembangan tersebut, HAT dirancang tidak hanya sebagai kawasan produksi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pemkab Bone Siap Dukung Target Operasional Juli 2027

Pemerintah Kabupaten Bone menyatakan kesiapan untuk mendukung percepatan pembangunan HAT. Dukungan pemerintah daerah diharapkan membantu kelancaran pelaksanaan proyek yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun depan.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan keberadaan kawasan hilirisasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja.

“Pemkab Bone siap mendukung penuh. Kami ingin HAT ini segera terwujud dan memberikan manfaat bagi ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bone,” ujarnya.

Keterlibatan pemerintah daerah menjadi bagian dari pelaksanaan proyek yang menghubungkan pembangunan industri dengan pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Bagi PT Berdikari, HAT merupakan bagian dari pengembangan ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Melalui proyek tersebut, perusahaan menargetkan penguatan rantai pasok perunggasan sekaligus membuka ruang bagi peternak rakyat dan masyarakat lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi.

Dengan infrastruktur dasar yang sudah mulai dikerjakan, pembangunan fasilitas utama menjadi tahapan berikutnya menuju target operasional pada 1 Juli 2027.